1. Sebelum dibakar, mayat dimasukan dulu ke sebuah mesin pendingin, sampai benar-benar layak untuk di bakar.
2. Setelah layak untuk dibakar, petugas akan memeriksa seluruh barang yang melekat ditubuh mayat. Kalau ada benda berharganya, nanti akan menjadi milik ahli warisnya/ keluarga yang ditinggalkan.
3. Petugas mulai menyiapkan Oven pembakaran
![[Image: cremation5.jpg]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzgQQKdXwm-e8snMZA8Wup53zmyVeeB1gw7UNAxXuAOTAWe3kHJIplbAiNaeCmP97JsUpQL2JG8oYocB77wAJi_ySLutRIQkvv3rVpyzBk0YBDZmw7SKZBAT_nZFF4TTM5cE3GizKvMwg/s640/cremation5.jpg)
4. Lihatlah, sekarang proses pembakaran itu sedang berlangsung. Mayat dibakar dengan suhu antara 1400 – 1800 derajat Fahrenheit.
5. Mayat yang dibakar, ternyata tidak semuanya langsung hancur menjadi abu, tapi masih dalam bentuk serpihan-serpihan tulang
6. Agar serpihan tadi berubah menjadi abu, maka selanjutnya dimasukkan ke sebuah mesin penggiling khusus.
7. Sekarang, Abunya sudah siap untuk dikirim ke keluarganya.