Rabu, Februari 01, 2012

Inilah Kanak-kanak 9 Tahun Hidup Tanpa Otak Kanan

Umurnya baru sembilan tahun. Di usia sekecil itu, Cameron Mott harus kehilangan setengah organ otaknya dalam sebuah pembedahan yang sangat berisiko. Dia harus dibedah kerana sindrome Rasmussen yang dideritanya.




Sindrome Rasmussen di kesan ketika Cameron berusi tiga tahun. Penyakit ini menular dan mematikan fungsi otak kanannya. Akibatnya, budak ini mengalami simtom kekejangan otot secara berpanjangan dan gejala epilepsi hebat mengganggu kehidupan harian gadis kecil ini.


Atas persetujuan keluarga, Cameron menjalani pembedahan kepala untuk membuang otak kanannya. Tindakan berisiko tinggi dengan harapan hidup yang sangat tipis itu harus ditempuh demi menghentikan simtom kekejangan yang berpanjangan dan epilepsi hebat yang selalu menderanya setiap waktu.




Sejak awal doktor telah mengatakan, seandainya Cameron selamat dari pembedahan, kemungkinan besar akan mengalami koma dan lumpuh pada sisi kiri tubuhnya. Sebab, otak kanan adalah organ yang mengawal tubuh bahagian kiri.


Namun keajaiban timbul setelah operasi dan menjalani fisioterapi, Cameron dapat berlari, dan bermain, walaupun sedikit pincang dan kehilangan penglihatan tepi.Dia hanya menjalani rawatan dihospital selama empat minggu.


Adakah ia merasakan efek operasi? Cameron menjawab, "Tidak terasa sama sekali." Cameron mengaku tetap mengejar impiannya. "Saya akan menjadi seorang balerina saat besar nanti.


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

t

k